General Motors (GM) merayakan ulang tahun ke-100 dengan kelahiran bayi baru. Chevrolet Volt, diklaim sebagai pemimpin dalam era elektrisasi kendaraan roda empat.

Begitu dirilis, Chevrolet Volt langsung memegang beberapa rekor. Sebagai mobil paling irit, paling hemat energi, juga paling ramah lingkungan. Teknologi Extended-Range Electric Vehicle (E-REV) mampu membuat Volt melahap jarak 64 kilometer semata mengandalkan daya elektrik baterai.

Untuk mengisi baterai lithium-ion berdaya 16-kWh itu pun luar biasa mudah. Tinggal mencolok di outlet listrik di rumah. Hanya butuh waktu tiga jam hingga baterai terisi penuh, bahkan lebih singkat jika daya baterai belum habis total. Kalau pun energi baterai habis ditengah jalan, mesin bensin/E85 (ethanol) akan mengambil alih.

Mesin tersebut berubah fungsi menjadi generator sekaligus penggerak, hingga daya listrik pada baterai terisi kembali. Proses ini terjadi secara terus menerus sehingga Volt mampu menjelajah hingga beratus-ratus kilometer jauhnya. Sistem kerja serupa digunakan oleh Toyota Prius hybrid.

Dengan hanya bertumpu pada baterai, Volt mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 150 dk dan torsi 370 Nm. Sementara kecepatan maksimum yang bisa diraih mencapai 160 km/jam. Ketika performa ini bermain, Volt tak memunculkan suara mekanis seperti mobil bensin konvensional. Bahkan, kita bisa tak sadar mobil sudah menyala karena tak ada getaran atau suara sedikitpun.

Demi mencapai target jelajah sejauh 64 km (standar EPA) tanpa bensin dan emisi, GM harus memaksimalkan desain rancang bangun Volt. Karena itu, para desainer GM menghabiskan ratusan jam di lorong angin (wind tunnel) untuk pengujian bagian-bagian bodi. Mulai panel di bodi depan, spoiler belakang, hingga spion luar. ”Chevy Volt adalah hasil desain rancang bangun kendaraan beraerodinamika terbaik yang pernah dihasilkan GM selama ini,” klaim Rick Wagoner, Chairman dan CEO GM.

Konsep awal desainnya mengacu pada mobil konsep Volt yang kali pertama dikenalkan GM di North American International Auto Show Januari 2007 silam di Detroit, Amerika. Hanya saja, beberapa perubahan dilakukan pada aerodinamika untuk mendapat desain efisien dan jarak tempuh maksimal.
Gril depan Volt dibuat tertutup.

Kontur bodinya atletis, sementara pahatan garis desain bagian belakang dan spion luar masih mengadopsi versi konsep. Bentuk oval mengalir dari bagian depan. Sementara gril tajam berguna untuk memperlancar aliran angin yang menerpa seluruh bodi. Bagian buritan yang berpotongan patah dan menggunakan spoiler, bukan tanpa alasan. Ini berguna untuk mempercepat keluarnya aliran angin. Nah, sudut jendela yang agresif berfungsi mereduksi turbulensi dan hambatan.

Di dalam kabin sedan empat penumpang ini, Volt juga menyediakan ruang lapang dan nyaman. Paduan kontras warna interior, tata lampu, serta trim sama sekali baru dan belum pernah digunakan oleh Chevrolet sebelumnya.

Kontrol-kontrolnya modern dan futuristik, menggunakan material yang catchy. Tersedia dua layar informasi, serta sebuah layar sentuh sensitif sebagai pusat informasi kabin. Chevrolet Volt direncanakan diproduksi di fasilitas pabrik GM di Detroit-Hamtramck pada awal 2010.

Iklan