”Feels like SUV, size like SUV, height like SUV, but drives like a car,” deskripsi Glenn Tan, Group Chief Executive Motor Image Enterprises, ATPM Subaru di Indonesia, saat menggambarkan All-New Subaru Forester yang hadir dalam dua tipe, yakni 2.0X dan 2.5XT.

Kedua tipe mobil tersebut memang diujicobakan secara terbatas kepada sejumlah wartawan di Segarra Seaside Restaurant & Lounge, Carnaval Beach, Ancol Bay City, Senin (15/9) silam. Dan ketika membuktikannya langsung, saya cukup terkejut menyadari bagaimana mobil bertubuh bongsor ini begitu nikmat dikendarai.

Seating point tinggi dan ruang kemudi lega memungkinkan pengemudi memiliki pandangan lebih luas. Dengan tubuh Forester yang lebih besar dari generasi sebelumnya, posisi mengemudi ini berpengaruh sekali terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara.

Tipe 2.0X menggunakan mesin DOHC 16-valve Subaru Boxer 2.0 liter, sementara tipe 2.5XT mengusung mesin DOHC 16-valve Turbo-charge Subaru Boxer 2.5 liter. Kendati hanya berbeda di mesin, harga kedua Forester yang digerakkan dengan sistem all wheel drive atau 4 x 4 permanen itu terpaut jauh. 2.0X dipasarkan Rp298 juta, sementara 2.5XT mencapai Rp385 juta.

Mengapa begitu jauh pautannya? Mereka yang sudah mencoba keduanya, jelas mengakui bahwa perbedaan ceruk tenaga yang dihasilkan juga sangat signifikan. Mesin Turbo-charge milik 2.5XT tak hanya powerful, tapi juga langsung menyalak begitu gas dibejek.

Mesin boxer atau mendatar (flat) sejak dulu memang menjadi keunggulan mobil keluaran Subaru. Mesin yang juga digunakan sedan sport Porche ini membuat mobil menjadi stabil karena pusat gravitasi rendah. Sementara penggerak empat roda permanen membuat traksi lebih baik dan lebih mudah dikendalikan.

Tarikan mesin yang gesit diakomodir oleh transmisi otomatis 4-speed dengan Sportshift. Transmisi yang dikontrol secara elektronik ini memungkinkan pengguna beralih ke transmisi manual guna mengatur luwes tarikan dan kecepatan yang diinginkan. Apakah memilih pengoperasian otomatis yang santai, ataukah manual (sport).

Sayang, keterbatasan ruang gerak di jalanan sempit sekitar Segarra memaksa saya hanya bisa memaksimalkan manuver dan tarikan-tarikan pendek. Ketika dijajal melibas tikungan dengan kecepatan tinggi, Forester pun menikung stabil.

Teknologi shock absorption guna menahan guncang bekerja prima. Begitupun pengereman ABS untuk menghindari ban terkunci, serta teknologi keamanan Electronic Brake-force Distribution (EBD) dan Brake Assist System.
Ini karena faktor keselamatan All-New Subaru Forester yang telah diperbarui. Pada April 2008, mobil yang menghilangkan sepenuhnya sentuhan boxy (kotak) ini mendapat Top Safety Pick dari IIHS (Institut Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya), yang sekaligus mengukuhkan Forester dalam jajaran mobil paling aman 2008.

Dibagian desain, rancang ulang All-New Forester jelas membuat mobil ini terlihat lebih stylish. Dan ya, sasis Forester memang lebih besar dan panjang dibandingkan model sebelumnya. Bertambah tinggi 110 mm, bertambah lebar 45 mm. Jarak roda (wheelbase) juga diperlebar hingga 90 mm. Dampaknya, interior dan bagasi terasa lebih lega. Termasuk ruang kompartemen barang yang lebih luas untuk memaksimalkan penyimpanan.