Para Pencari Tuhan 2

Para Pencari Tuhan (PPT) 2 seolah membantah anggapan yang menyebut bahwa orang Indonesia gemar menonton sinetron bodoh, serta suka dibodohi dengan sinetron-sinetron absurd yang biasa tayang di jam-jam prime time.

Saya sendiri belum tahu bagaimana rating PPT yang head to head frontal dengan acara kuis dan banyolan yang semakin hari semakin garing dan membosankan lainnya.

Tapi yang jelas, iklan PPT begitu padatnya, sampai-sampai saya dan anak-anak harus bersabar (dan sedikit mengeluh) untuk menunggu aksi bang Jack, trio Barong, Chelsea, dan Juki, Kalila, Aya, Pak Jalal, serta duet Asrul dan Udin. Oh ya, tentu saja si Bonte, yang mempopulerkan frase “Cie Cie Ciee…” di lingkup pergaulan kami. Hahaha.

PPT 2 membuktikan, masih ada 1001 macam tema yang bisa dan layak dijadikan tontonan bermanfaat, selain terus menerus berfokus pada cerita para wanita-wanita malas dan bodoh yang saling berebut harta pria kaya, ibu tiri yang entah kenapa selalu kejam dan gemar melakukan kekerasan, anak-anak kecil dengan kecerdasan melebihi orang dewasa, gadis berwajah model tapi jadi pengemis, poligami, dan entah cerita absurd lainnya yang, mungkin membawa nol manfaat bagi para penontonnya.

PPT 2 saya bilang bagus, bukan karena sinetron ini berkualitas laiknya film-film Stanley Kubricks yang membuat mengerinyitkan dahi untuk mencernanya. Justru sebaliknya, PPT 2 unggul karena kesederhanaannya dalam bercerita, kedekatannya dalam kehidupan sehari-hari penontonnya. Dan tentu, tema yang jelas : soal hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah) dan hablum minannash (hubungan antarmanusia).

Episode-episode yang tersaji setiap hari adalah cerminan, atau setidaknya bersinggungan secara langsung ataupun tidak langsung dengan keseharian kita. Ada kalanya menyindir, tapi lebih banyak mengingatkan.

Semua itu disajikan dengan interaksi antar karakter yang sangat kuat melalui ukiran skenario yang solid. Begitu apiknya, hingga para karakternya tidak perlu berusaha melucu, untuk terlihat lucu dan membuat penonton, setidaknya saya dan anak-anak, tertawa terpingkal-pingkal. Ya, selebihnya, tidak asyik saya ceritakan sendiri. Lebih baik tonton sendiri. Dijamin ketagihan dan tak sabar menanti.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG

12 replies

  1. udah lihat Rinduku Cintamu di sctv jam 11 malem bos? menurutku cerita tentang keluarga hidayat itu juga termasuk salah satu sinetron berkualitas

  2. wah, belum pernah tuh pak. prasaan sctv tiap malem cuma FTV2 ga penting itu. ya, walau tetep nonton karena pemainnya kece2. wekeke. jam 11 malem waktunya nonton Discovery Channel & Animal Planet bos. tapi, bisa dicoba deh. wakaka

  3. jadi, cuma aku yang kecewa dengan PPT 2?

    bukan, bukan karena ceritanya tiba-tiba membusuk seperti sinetron khas produser bangsat dari india itu. gaya bercerita sederhana, setting alami, dan akting pemain tetap top markotop. hanya… yah, kenapa dakwahnya lebih sering dilakukan secara frontal, lewat dialog antara bang jack (sebagai pendakwah) dengan trio bajaj (sebagai umat)?

    soal sakaratul maut pun disampaikan lewat pengajian oleh ustad.
    padahal di PPT 1, hampir semua dakwah disampaikan lewat kejadian yang mereka alami setiap hari. seperti episode di mana udin dikubur hidup-hidup… bentar, ngakak dulu… wakakakakakakak…

    tapi menyampaikan dakwah dengan cara sehebat itu (PPT 1) memang tidak gampang. dan masih bisa ditolerir kok. toh banyak juga serial komedi luar negeri yang terdegradasi selewat beberapa season. apalagi film. bahkan tarantino pun takkan bisa menghasilkan film sedahsyat pulp fiction! memang, seperti kata JK Rowling, masterpiece itu terjadi sekali saja, takkan terulang.

    bravo bang jack dkk!

  4. episode sakratul maut waktu kakaknya Bonte mati bilang CIEE CIEEE CIEEE rasanya catchy juga kok. hahaha, gak berhenti ketawanya. ya mungkin saja si penuls skenario (masih Musfar Yasin bukan sih?) dikasih order sama produser, bikin dakwahnya yang lebih frontal dan gampang dicerna, karena ratingnya makin tinggi. toh, esensinya kan dakwah bisa tersampaikan.
    sejauh ini sih tidak ada komplain, kecuali iklannya itu yang… setengah mati lamanya.

  5. dengan munculnya tayangan yang membuat pendidikan banyak orang yang menontonnya,semoga dengan berkembangnya tayangan sinetron ini.bisa membuat orang orang yang ada di indonesia mencontoh tingkah laku yang berada di tanyangan ini.karena tanyangan ini merupakan tayangan yang bermanfaat bagi pemuda pemuda pada zaman modern ini,supaya tidak di campuri oleh tindakan tindakan yang membawa pada jurang negatif pada kaum muda sekarang.kami juga mengimbau pada personil personil para pencari tuhan 2 jangan sampai menjadi orang yang sombong.karena orang yang sombong di benci oleh sang pencipta

  6. subhannallah.yang telah memberikan film yang sudah membuat orang menjadi bertambah wawasan dan pengetahuan di dalam berpengetahuan dan bertindak.semoga film ini menjadi film yang bermutu baik bagi kalangan pemuda maupun orang tua.

  7. meski lagi gak puasa…bangun saur juga demi ppt

  8. hihihi, bukannya ntar buka ada re-runnya neng?

  9. Kalau nggak nonton dua kali nggak afdol mas….

  10. ahaha, iya ngerti-ngerti. biasanya kalau mau buka juga nonton lagi, dan masih bisa ktawa2 lagi. bener2 adiktif.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: