Sick, sucks!

My body was forced to it’s limit. Maunya sehat, tapi malah sakit. Rutinitas harian saya selama beberapa minggu terakhir ini memang menyiksa tubuh. Kira-kira seperti ini, setiap hari saya bangun pukul 10-11 siang, ke kantor. Pukul 6-7 malam setelah halaman selesai di layout langsung pergi ke gym, forsir cardio-beban, pulang pukul 21.30 malam. Lanjut main internet-nonton kabel/dvd-dst, sampe pukul 4.30 pagi.

Iya, ini gara-gara anak-anak kos yang setiap hari tidur jam 5 pagi (sambil mainan Winning Eleven). Saya pun terpengaruh, lha kamar saya letaknya pas disebelah ruang tengah. Karena rata-rata mereka kerja malam atau sore, pulang tengah malam, wajar kalau tidur hingga pagi. Sepanjang siang bisa dihabiskan untuk tidur. Sedangkan saya sudah harus berangkat siang. Itu diperparah pula dengan bergadang, ngerokok, makan tidak teratur, serta kecapekan.

Dalam kondisi tubuh yang lemah, penyakit mudah menyerang. Kali ini, bengkak di tenggorokan saya timbul lagi. Ya, gejala serupa saya rasakan dua tahun silam. Karena kebanyakan nyimeng, akhirnya tenggorokan saya merah dan bengkak.

Selain badan meriang karena infeksi, rasanya juga mengerikan. Daerah sekitar amandel seperti ditusuk-tusuk banyak jarum. Gataaal, perih, dan geli sekaligus. Kalau sudang kumat (sekitar 30 detik-1 menitan), bahkan saya tidak bisa bicara. Hanya merasakan sakitnya, berharap cepat berhenti.

Gara-gara itu juga saya sempat berhenti merokok selama setahun, sebelum akhirnya kumat lagi, hehe. Yang membuat saya berhenti, karena kata-kata dokter waktu itu, “kalau nggak berhenti ngerokok, 6 bulan lagi kamu operasi,”. Wakaka. Daripada dibuat operasi, mending duitnya buat backpacking.

Bengkak yang sekarang ini, tak separah dulu. Tapi, tenggorokan saya terasa serik. Rasanya seperti terlalu banyak memakan mangga muda atau nangka. Kemarin malam badan saya juga meriang. Dan akhirnya tidak masuk kantor. Sepertinya saya harus berhenti merokok, dan membatasi diri untuk tidur dibawah jam 12 malam. Fiuh. Sick sucks.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG, Daily Life

8 replies

  1. Teruskan aja, buat apa berhenti merokok nggak keren tampangnya… ntar gak ada cewek deket-deket lho…

  2. wakakaka. iya om, tapi kalo sakit ga enak banget.

  3. hiks… bentar lagi aku juga kudu berhenti ngisep mild merah nih. jp bikin aturan baru: yang ngerokok dicabut tunjangan kesehatannya. leberarti kudu berhenti juga, toleran sama iwe. repot memang kalo bos baru ganti hati, hehehe…

    btw, di sini gak ada shoutbox yah? gak ada link ke blog-blog laen juga? ato kompie-ku yang error?

  4. gatel tenggorokan? garuk aja boss.. atau cabut amandelnya.., kan lagi musim anarkis. gyahahah!

  5. @ Dian : hahaha, iya yan, emang nggak ada shoutbox dan link. Btw, ngga ngerokok emang tersiksa kalo abis makan. tapi sebenernya selain lebih sehat, makan justru jadi lebih enak.
    soalnya, kalo ngerokok, yang ditungguin justru after tase di mulut setelah ngisep rokok. urusan rasa, no 2. nah, kalo nggak ngerokok, mau nggak mau yang dinikmatin ya makanannya lah. soalnya nggak ada aftertase lagi. hahaha. itu gue sih.

    @ Daz : garuk nggawe opo? garpu? raimu. wakaka. Moh dicabut, ga due amandel cacat laan. wakakaka.

  6. ooohhh…jadi itu yang membuat perut elo sudah mulai rata dengan dada tohh!!

  7. Minum teh tawar panas (panas, bukan anget), minumnya dikit2, dan rasakan tu air menyiram gatal2 di amandel. Get well soon yah!

  8. akahahhaha…. aku ga bisa membayangkan lek dirimu disable tanpa amandel *mbanyol pancen arek iki 😀

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: