Integrasi

Pada akhirnya nanti, semua media harus terintegrasi. Mereka yang tidak, akan semakin jauh tertinggal. Si raja media Rupert Murdoch, lima tahun lalu sudah meramalkan bahwa usia media cetak semakin pendek. Penggantinya adalah media online atau internet yang lantas memunculkan istilah baru ; citizen jurnalism alias semua orang bisa mewartakan berita.

Di Indonesia, tren ke arah itu mungkin masih jauh. Umur media cetak masih lama, dan diprediksi bakal tetap bertahan. Namun, kekuatan media online ini mulai bangkit. Lihat, Tvone sedang menyiapkan Kanalone, sebuah kanal berita, yang saya tangkap akan menampilkan berita-berita investigatif.

Kompas pun rupanya sudah gerah. Mereka tidak hanya jumawa dengan media cetaknya, tapi juga mulai membenahi lini online yang dulunya terkesan kaku dan tak tergarap.

Saya pikir, ini adalah investasi masa depan. Kalau konvervensi tren media ini sudah benar-benar terjadi, maka mereka (Kompas) sudah siap.

Senin lalu, saya baca iklan satu halaman penuh untuk mempromosikan Kompas online yang serbabaru ini. Mereka bahkan menarik jurnalis anyar untuk memperkuatnya. Semua bidang mereka rangkul, dari otomotif, selebriti, olah raga, bahkan streaming video.

Grup KKG lainnya, sepertinya diharuskan pula ikut membantu. Saya bertemu seorang wartawan majalah Otomotif saat meliput IIMS 2008, kemarin, yang bercerita bahwa selain di majalahnya, ia juga harus menulis langsung di Kompas Otomotif online.

Ya, ini memang manuver cerdas. KKG sudah punya sumberdayanya, tinggal memanfaatkan dan memaksimalkannya saja. Kompas online bakal memakan hit secara rakus, membuat situs-situs berita baru yang mulai menjamur melongo. Begitu juga rival seperti Detik.com, Okezone, ataupun kanal berita lainnya.

Di perkotaan, tren media online ini saya pikir bakal terus menerus menunjukkan taringnya. Tentu saja, potensi iklannya pun tidak sedikit dan bakal meningkat tajam. Kalau tidak, tidak mungkin begitu banyak situs-situs baru yang menawarkan berbagai konsep dan informasi terus bertumbuhan bak jamur dimusim hujan. Well, selamat datang di zaman informasi.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG

2 replies

  1. Gw percaya itu bakalan terjadi, entah 5 atau 10 tahun lagi. Tapi bagi gw pribadi, baca koran sambil minum kopi di pagi hari still the best. Kultur itu gw rasa masih tetep ada di Indonesia, dan bakal bertahan sampai mungkin yang namanya kertas udah ga diproduksi lagi. Lagipula, berita online di Indonesia kadang-kadang kurang akurat dan minim informasi. Keseragaman tampilan media online di Indonesia juga bikin jenuh, apalagi user interface-nya yang menurut gw kurang bagus (beeuuuh..dalem banget)

  2. ya, seperti yang gw bilang, memang posisi koran yang udah mendarah daging susah tergeser. tapi bukan nggak mungkin nanti posisinya bakal sejajar demgan pengakses internet.

    soal antarmuka, kita lihat blog cuma butuh 2-3 tahun buat booming, sampai sekarang rasanya tiap orang ngeblog. sama juga dengan jejaring pertemanan seperti friendster atau facebook, ato video-sharing youtube . gimmick2 kayak gini yang bikin pengakses internet semakin banyak. sampai akhirnya, kalau semua informasi bisa didapat di internet, koran berlahan bakal ditinggalkan. haha, itu opini gue sih.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: