Gara-gara ada internet di kos, saya jadi tidur jam 4 pagi setiap hari. Bahkan, sudah lebih dari seminggu ini TV kabel tak pernah menyala. Saya jadi internet freak, yang sampai-sampai tak sadar kalau mata dan badan sudah kelelahan akibat mentengin layar monitor dari pagi sampai pagi lagi.

Apa saja yang dibuka? Belakangan ini lagi asyik-asyiknya main YouTube. Browsing world map, kemudian secara acak ngeliat kota-kota di dunia yang intriguing. Mengasyikkan sekali.

Saya mendapati banyak sekali fakta menarik. Misalnya, di Copenhagen, Denmark, ternyata ada becak (trycycle). City Bike juga sangat populer disana. Copenhagen bahkan disebut City of Cyclist, karena begitu banyak Danish people yang mengendarai sepeda. Sepeda jadi kendaraan alternatif, karena pajak mobil bisa 200% dengan harga bensin perliter $6.

Mengemudi di Ryekjavik, Islandia, harus hati-hati selain kondisi jalan gravel yang licin dan berliku, juga memiliki banyak blindspot. Cuaca disana juga sangat tidak bersahabat, bisa berganti drastis dalam 5 menit. Karena itu kita disarankan untuk menelpon nomor dan website tertentu guna mendapat weather forecast secara live.

Saya juga tidak menyangka bahwa kota Ashgabat, Turkmenistan, sudah maju sekali. Mereka punya stadion sepak bola yang besar, gedung-gedung pencakar langit, yang bahkan lebih bagus dari Kairo. Padahal, negara maupun kota ini nyaris tak pernah diberitakan di CNN, BBC, bahkan Al Jazeera.

Mulanya saya pikir Kyrgyztan itu tandus seperti Afghan. Tapi ternyata, disana dingin dan bersalju seperti Rusia. Kota-kotanya juga teletak di pinggir pegunungan laiknya Swiss. Dan percaya atau tidak, Kyrgyz girl mirip Chinese Indonesia, cantik-cantik.

Kota Skopje, Latvia, bahkan tidak kalah dengan Barcelona, Spanyol, soal night club dan rave party. Tiesto, Pussy Cat Dolls, rutin datang disana. Cyprus dan Malta, adalah negara kecil, di pulau kecil pula. Tapi, keduanya sama-sama indah. Pantai-pantai yang sepi, berpadu dengan arsitektur gedung-gedung Eropa cantik. Mirip dengan Alexandria. Mungkin, band hardcore punk Time in Malta menamai bandnya setelah berlibur ke negara itu. Masih banyak kota-kota keren lain seperti old town di Tallinn, Estonia, ataupun Riga, Latvia.

Dengan satu klik saja, saya bisa bercerita seolah-olah pernah kesana. That’s the coolest thing about YouTube, right? Dan Menkominfo sempat mau memblokir Youtube? Hahaha.

Bahkan, saya rasa, tak perlulah para anggota DPR itu studi banding untuk mengenal infrasturktur kota di negara lain, kalau cuma akhirnya cuma buang-buang duit buat belanja dan ngabisin uang pajak yang kita bayar. Suruh saja mereka buka YouTube, belajar tuh gimana ngatasi Jakarta yang supermacet ini. ha.

Iklan