Para model di iklan pemutih wajah ini adalah cerminan pelacur-pelacur bodoh yang tak punya percaya diri, dan berharap bisa berpacaran dengan playboy tampan pengidap AIDS.

Lho, saya suka kok melihat cewek cantik, apalagi kalau putih, langsing, tinggi, berambut panjang lurus, berkulit langsat, dan berhidung mancung. Itu tipe saya banget.

Trus kenapa protes? Kampanye terselubung dan penghakiman cantik yang dilakukan oleh iklan produk-produk kecantikan itu yang membuat saya muak. Muak hingga ingin muntah.

Skenarionya seperti ini : Seorang gadis cantik yang menurut saya sudah putih, merasa dirinya masih kurang putih. Dia jadi tidak pede. Apalagi, cowok-bangsat-sok-kegantengan yang ditaksirnya tidak memberi perhatian karena merasa si gadis ini kurang putih (bukan hitam lho).

Akhirnya, si gadis memakai produk krim pemutih. Entah, bagaimana bisa dalam seminggu, tiba-tiba saja dia menjadi seputih mayat. Dan mendadak, semua cowok naksir. Termasuk si cowok bangsat itu.

Selesai? Belum dong. Kalau saya yang bikin iklan, cerita nggak berhenti disitu. Karena merasa sudah putih dan cantik, si gadis akhirnya jadi pelacur kelas atas. Toh, dia cuma bisa mengandalkan tubuh, bukan otaknya, untuk menarik cowok.

Sayangnya lagi, dia terlanjur tertular AIDS dari cowok bangsat yang sedari awal hanya ingin menidurinya karena kulitnya yang putih. Akhirnya, semua laki-laki yang bercinta dengannya pun kena AIDS juga.

Si gadis lalu meninggal sebelum akhirnya menyadari kalau kulit putih ternyata bukan segalanya. The end.

Tuhan menciptakan manusia berbeda ras dan suku, dengan kecantikan masing-masing. Sejak kapan cewek berkulit hitam atau coklat itu jelek? Mengapa di iklan-iklan itu mereka harus mengasihani dan mengutuk diri sendiri? Dan sejak kapan cewek putih itu harus cantik?

Iklan kecantikan yang tayang berulang-ulang di TV secara tidak langsung mencuci otak penonton dengan dogma cantik itu putih. Kalau kulitnya hitam, silakan tidak pede seumur hidup dan tidak akan pernah dapat cowok. Fuck that!

Sudah saatnya cewek-cewek di Indonesia bersatu untuk memprotes atau memboikot produk-produk kecantikan itu. Gadis-gadis Indonesia sedari dulu terlahir cantik dengan kulit kuning langsat atau sawo matang, mereka tidak butuh menjadi putih untuk percaya diri. Cantik itu tidak harus putih, boikot produk pemutih kulit dan wajah! white beauty my ass!

Baca juga tulisan milik Amin Fauzi ini.

Iklan