Hari ini aku berulang tahun ke-42. Tapi, entah kenapa pagi ini moodku justru tidak terlalu baik.

Aku turun untuk sarapan sambil menyimpan harap istriku akan mengucapkan “Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang!” dengan suka cita. Dan mungkin saja sebuah kado istimewa sudah ia siapkan untukku.

Menit berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya, itulah istri. Tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun.

Mirza dan Efa yang baru duduk di bangku SMP datang ke meja makan untuk sarapan. Namun mereka juga tidak mengatakan sepatah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku “Selamat pagi Bos, Selamat Ulang Tahun!”

Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja sampai tengah hari, sebelum Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata, “Apakah Anda tidak menyadari hari ini begitu cerah? Apalagi hari ini ultah Anda. Mari kita pergi makan siang. Berdua saja?”.

Aku berkata “Wow, ini adalah perkataan paling manis yang saya dengar hari ini, mari kita pergi!”.

Kami berdua pergi makan siang. Tidak ke restoran yang biasa kami kunjungi. Kami memilih pergi ke tempat sepi, memesan 2 botol wine dan sangat menikmati makan siang itu.

Dalam perjalanan pulang, dia berkata lagi, “karena hari ini begitu indah, kita tak perlu kembali ke kantor kan?”

“Tidak, saya pikir tidak perlu,” jawabku.

Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.

Setelah tiba, dia membisikan sesuatu, “Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman”.

“Tentu saja!,” sahutku dengan gembira. Dia pergi ke kamar tidur. Kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar dengan banyak lilin diatasnya. Disana juga ada istri, kedua anakku, dan sejumlah rekan sekantor yang menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun keras-keras.

Aku hanya duduk terpaku di sana…

Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benang pun…

Diambil dari Ketawa.com

Iklan