Melihat kehebohan film Fitna, saya akhirnya meminta seorang teman mendownload film itu di kantornya. Maklum, internet di kantor saya termasuk fakir bandwith.

Setelah melihatnya langsung, terus terang saya kecewa. Jauh sekali dari apa yang saya bayangkan. Melihat konfrontasi dan kehebohannya, saya bayangkan film ini adalah sebuah dokumenter panjang soal dokumentasi perlawanan terhadap Islam yang sedemikian apik disusun, sehingga meyakinkan mereka yang melihat bahwa Islam itu adalah agama yang penuh kebencian (sesuai pandangan Geert Wilders).

Tapi, begitu melihat film berdurasi 10 menitan itu, saya tertawa geli, bahkan terbahak-bahak. Fitna tak lebih dari film amatiran yang mengambil sumber dari internet sepotong-potong, asal mengutip, dan meyusunnya jadi satu. Bahkan, saya pikir ini bukanlah sebuah film (pendek). Melainkan aksi kurang kerjaan yang dangkal, asal, dan bodoh. Kenapa mencuat, karena pengaruh Geert Wilders sendiri, sebagai anggota parlemen sayap kapan Belanda.

Lebih ringkasnya saya singkat begini : Wilders baru belajar Adobe Premiere, dan bersorak, “wow, ternyata software ini bisa dibuat menyusun film lhooo!, yuuuk bikin film yang ngejelek-jelekin Islam yuuuk,”. Mampirlah dia ke warnet, trus download gambar korban perang dan terosisme yang gruesome dan mengerikan di rotten.com, plus orang lagi ceramah jamaah di masjid lewat youtube. Pulang ke rumah, dikutak-katik dikit, jadi deh Fitna. Horee.

Sebagai orang Islam, emosi saya tidak terpancing saat melihatnya, karena saya tahu, ini film bodoh banget dan tidak masuk akal. Mereka yang percaya dan menelan info di film itu mentah-mentah, bahkan jauh lebih bodoh.

Hidayatullah.com memberitakan bahwa ada seorang blogger asal Saudi, Raed al-Saeed, yang membuat film “perlawanan” terhadap Fitna. Schism, film berdurasi 6 menit itu memperlihatkan ektremis Kristen dan tentara Inggris yang sedang memukul orang Irak habis-habisan yang ia ambil YouTube, dan menggunakan metode yang sama sebagaimana dilakukan Wilders.

Raed sama sekali tidak ingin menjelek-jelekkan agama Kristen dan penganutnya. Ia Cuma ingin membuktikan, bahwa siapapun bisa melakukan apa yang dilakukan si Wilders. Bahkan, saya pun bisa membuat video yang lebih bagus dari Fitna. Hahaha.

Iklan