You know, mungkin sudah saatnya saya menggunakan “hilang” sebagai nama tengah. Danang “hilang” Arradian. Is that sounds cool?

Oke, what did I “vanished”? selain barang-barang perintilan seperti flashdisk (sudah hilang delapan lebih), ini beberapa benda yang nyantol di memori.

Pertama, sebuah motor Supra X 125 CW @Rp15,5 jt. Masa pakai : 9 bulan.

Kedua, another Supra X 125 CW, kali ini dengan stripping yang lebih baru. Masa pakai : 4 bulan.

Ketiga, ponsel CDMA 6275i. Masa pakai : 2 bulan.

Dan Sabtu kemarin, setelah menyelesaikan halaman, kembali saya kehilangan flash disk Kingston 1 GB. Oke, benda itu saya beli di Gramedia dengan harga diskon Rp90 ribu. Yang bikin sedih adalah materi kerjaan yang dari pagi sudah saya stok dan simpan buat dikerjakan di rumah.

Hilang dimana? Well, I’m dead sure itu flash disk nempel di USB komputer. But then again, lagi-lagi saya lupa! Arrgh.

Ditengah kekalutan dan mencoba mengingat-ingat itu, pikiran saya melayang kemana-mana. Saya tidak bisa mengingat apa saja yang saya lakukan. Hasilnya, syal saya hilang!

Buset. Lagi-lagi ini bukan soal uang. Tapi arti barang itu ke ke kita. Syal itu dipilihkan seorang teman, dan selalu saya bawa kemana-mana. Bermanfaat pula kalau sedang pulang malam untuk melindungi leher dari hawa dingin.

Ya, saya mengaku, saya sangat ceroboh. Bahkan iPod saya dipinjam teman pun saya lupa. Duh. Mungkin dalam waktu dekat saya harus mengindari membeli barang-barang baru.