220px-agnostic_front_live_2005.jpg
pemandangan konser Agnostic Front di New York

Teman saya di bagian marketing kebetulan bekerja pula di Mipro, event organizer yang acap mendatangkan band-band underground cadas untuk berkonser di Indonesia.

Kepada saya, dia membocorkan proyeksi Mipro tahun ini. Terus terang, daftarnya membuat saya nyaris berteriak kegirangan. Aarrgh. Lihat saja sendiri :

Sick of it All (SOIA), (Mei 2008).
SOIA ini asal Queens, New York, dan ikut membesarkan scene hard core (HC) disana bareng grup seperti Straight Ahead, Rest In Pieces, Youth of Today dan Agnostic Front. Mereka memainkan HC punk energik dan bertenaga. Saya tak sabar melihat Lou Koller, vokalis band ini, meneriakkan Scratch The Surface dan Built to Last! yeah!

Extreme Noise Terror (ENT), (Juni 2008)
Ini dewanya penggemar musik crust core/punk/grind, selain grup seperti Disrupt atau Disgust. Saya mendengarkan lagu-lagu mereka saat SMA, terutama pas lagi senang-senangnya memainkan musik crust bareng band saya dulu, Disreject. He-he-he. Sedikit saja deskripsi untuk ENT : brutal!

Proyeksi 2008 lainnya :

Agnostic Front
Ini mbahnya New York Hard Core (NYHC). Usia band ini sama dengan saya, 26 tahun. Dan terus menjadi inspirasi band-band hardcore saat ini. Mereka memainkan hardcore punk cepat dan brutal. Show mereka chaotic, penuh dengan orang-orang berpogo dan stage diving. Seluruh venue seolah jadi moshpit.

The Misfit
Bahkan Benji dari Good Charlotte pun paling hobi mengenakan kaos The Misfit. Mereka ini legendanya musik punk. Dibentuk pada awal 1977 oleh Glenn Danzig (vokal) dan bassis Jerry Only, dan mempopulerkan punk kelam dengan lirik terinspirasi film horor dan sci-fi yang lantas disebut horor punk. Danzig membawa Misfit ke masa jayanya. Setelah bubar, trah grup ini dilanjutkan Jerry hingga sekarang (disebut new Misfit). Ultah ke-30 mereka dirayakan akhir 2007 silam.

Sepultura
Been there, done that. Saya sudah melihat show mereka di Ancol 2005 lalu. Sangat energik, sayang sound-nya agak berantakan.

Dillinger Escape Plan (DEP)

Musik band asal Amrik ini disebut mathcore. Kombinasi dari sound metal new school, yang dibawakan dengan tempo sangat cepat, teknikal, dan bertenaga. Band ini kecil, tapi punya banyak penggemar fanatik.

Paramore
Adit, adik saya di Malang yang juga penggila musik Skoinkcore sudah memberitahu soal Paramore jauh sebelum band ini bermain di TRL dan klip video mereka dibutar di MTV. Dan memang, musik power pop manis, plus vokalis Hayley Williams yang cantik bikin saya jatuh cinta.

Not Available
Selain Ramstein, Not Available adalah grup asal Jerman yang saya suka. Mereka membawakan melodic punk yang cenderung laid back dan imajinatif.

Dying Fetus
Death metal, uhm, definately not for me.

Atreyu
Post-hardcore band dari Orange County, Cal. Ingat serial the OC? Hehe. Entah, tapi kuping saya lebih masuk mendengarkan Thursday atau Thrice dibandingkan band ini. Munculnya masih satu liting dengan Avenged Sevenfold (hanya mereka lebih terkenal!). Ya, mungkin saya tetap nonton.

Cannibal Corps
Ugh, don’t like, don’t care

Bullet for My Valentine
Ini kalau nggak salah band metalcore. Tapi belum pernah dengar musiknya.

Bring Me the Horizon
never heard of it

Request dong, Dashboard Confessional, Rocket Summers, Taking Back Sunday. hehe.

Iklan