“Sudah ketemu nang?”
Belakangan saya kerap disergap pertanyaan seperti ini. Gara-garanya, ponsel baru saya, Nokia CDMA 6275i mendadak raib.

Kronologisnya seperti ini :
Pagi itu sehabis sarapan bubur ayam saya berniat mengisi paru-paru dengan asap rokok. Di kantor, memang ada lorong tempat para “ahli hisap” berkumpul. Smoking room, istilahnya.

Setelah mengobrol dan kembali ke meja, lho, kok ponsel saya raib satu. Ponsel GSM SE K610i masih utuh tergolek di tempatnya. Tapi Nokia kesayangan tidak ada di tempatnya biasa bercokol. Saya coba mengingat-inget rute kemana saja saya nongkrong, berjalan, duduk, sambil terus menelpon. Ponsel dalam keadaan hidup karena nada sambung aktif. Baterai pun seingat saya penuh. Tapi, bunyi ring tone tak kedengaran sama sekali, meski ruangan saat itu sepi.

Teman-teman lain akhirnya ikut mencari. Suasana pun jadi sedikit ramai. Di bawah meja, dibalik pintu, dibelakang monitor, didalam tumpukan kertas, semua nihil. Eh, beberapa lama kemudian tiba-tiba ponsel dimatikan. Dugaan saya positif, ponsel itu dicuri!

Sedikit sedih sih. Habisnya ponsel seharga 1,8 juta itu baru berusia 3 bulan. Membelinya pun dengan mencicil via kartu kredit. Belum lunas pula. Hiks. Tapi, yang membuat saya sangat kehilangan adalah fungsi gunanya.

Terlepas dari bentuk candybar-nya yang sedikit tebal, semua fiturnya sangat positif. Mudah untuk mengetik SMS, warna layarnya jernih, dan tidak panas untuk menelpon lama.

Lainnya itu, saya bisa chatting lewat Ebuddy, browsing internet di ponsel lewat opera untuk ngaskus, ngecek e-mail, friendster, dan facebook, mendengarkan radio, foto, dll.

Dan yang paling favorit, Nokia 6275i bisa menjadi modem bluetooth. Praktis kalau sedang butuh mengirim berita saat menonton konser atau liputan. Modalnya hanya laptop dan ponsel saja. Ah, saya semakin merindu ponsel ini.

Dan yang bodoh ini, Pemred menyuruh saya memasang pengumuman “aneh” di ujung-ujung ruangan. “Pengumuman! Bagi yang mengambil ponsel Danang, mari kita doakan sama-sama agar perutnya meledak”. Huhuhu. Malu maluin aja.

Iklan