Weekend kemarin benar-benar melegakan. Cieh. Kebetulan ada Wawan, teman saya dari Surabaya yang menjadi penyemangat bagi kami untuk akhirnya pergi dugem.

Hehe, saya jadi ketawa sendiri liat anak-anak. Kalau brangkat kerja, pake jins belel plus kaus yang udah mbulak (kumal). Tapi begitu mau dugem, ganteng-ganteng banget. Pake kemeja, spatu pantofel (gini nulisnya?), dan parfum yang kecium sampe tukang becak di depan kos.

Tujuan utama : Kemang. Saya sebenarnya mengusulkan Oishisha. Konon klab ini jadi alternatif pengganti Parc. Katanya minumannya murah, great DJ’s, crowd-nya pun asik. Katanya lagi, nih kafe lagi hip dikalangan anak indie jakarta. Tapiii, Bobby ternyata ngotot pergi ke Nu China. Well, saya sih ayooh aja.

Sampe di lokasi kita bingung karena ternyata Nu China bersblahan dengan 2nd Floor. Awalnya, kita kira 2nd Floor itu lante 2. hahaha. Ternyata 2 klab yang berbeda.

Pilihan akhirnya di jatuhkan ke Nu China, secara namanya lebih terkenal (halah). Pesen 1 picer illusion, $30, off we go.

Tempatnya kecil dan penuh. Musiknya oke lah. Crowdnya lebih adult, MILF style (if u know what I mean). Sekitar 24-50an tahun lah. Ada sexy dancer juga.

Illusionnya berasa sirop rasa melon. Tipsy aja kagak. Jauh beda sama illusion di Retro. Apalagi pletoknya Colors. Anak-anak sudah hampir sepakat mau buka botol, karena musiknya enak. Tapi (untungnya) gak jadi.

Karena makin malam makin panas dan sesak. Atap yang rendah bikin ruangan penuh asap rokok. Karena mata perih dan gerah, saya gak betah dan akhirnya kluar beli teh botol didepan. Eh ternyata yang lain, Bobby, Wawan, dan Trian, nyusul.

Ulum yang datang belakangan cengar-cengir. “Tau gak, tadi aku liat Ladya Cheryl keluar dari 2nd Floor,”. Ah kampret, tau gitu kita ke 2nd floor aja tadi, batin saya.


Hari minggunya saya habiskan seharian dengan molor dan main Xbox. Habis, malas kemana-mana sih. Malamnya nonton Jak. Jazz, tapi. Heheh.

Hmm, apa aja ya yang ditonton. Don Grusin with Carlos Rios lumayan asik. Tompi & Groovology seperti biasa, enjoyable, meski sudah menonton aksi mereka berulang kali. Saya lewatkan Monday Michiru untuk melihat Jeremy Monteiro with Carmen Bradford. Dan saya tidak menyesal sedikitpun. Saya enjoy sekali melihat penampilan mereka.

Brazilian jazz ala Luciano with Zarro lewat begitu saja. Tapi Bazz Attack tampaknya mencuri perhatian penonton. Ini enam orang pembetot bas yang masih muda2 berkolaborasi. Salah satunya membawakan soundtrack Ghostbuster. Cukup menghibur.

Terakhir ada Kool and the Gang. Well, tak perlu banyak kata untuk mendeskripsikan aksi memukau mereka. Classic!

Iklan