Ngegame

Sejak Lebaran lalu praktis saya kehilangan salah satu hiburan di kamar : Play Station 2. Konsol berikut sekitar 300-an cakram padatnya saya wariskan ke sepupu saya di Malang. Harapannya sih supaya dia sedikit terhibur disela-sela mengerjakan skripsinya yang tak kunjung selesai itu. Hehe.

Pikir saya waktu itu, sudah mulai bosan dengan game-game PS 2 yang itu-itu juga. Karena harga game-nya murah (Rp5-7 ribu), jadinya sering ngerasa sok nggak butuh.

Beli 3-4 DVD sekaligus, coba main 5 menitan, kalau nggak suka langsung deh nasibnya menghuni CD case tanpa disentuh lagi. Dan seringnya, saya enggak pernah namatin satu game pun. Baru berapa level, udah bosan. Apalagi, waktu untuk main juga Cuma sedikit.

Dan main PS2 di kost itu agak mengkhawatirkan. Maklum, semua teman kost adalah WE-holic. Begitu ada PS2 nganggur, langsung aja “ayo main WE, main WE, main WE!!!”. Males kan? Karena itu saya jarang main dan memilih menghabiskan waktu setelah kerja dengan nonton TV berlangganan atau mengutak-atik laptop.

Nah, setelah beberapa lama hidup tanpa game, kok ya kangen ingin melapiaskan hasrat membunuh dan meledakkan kepala orang secara virtual.

Apalagi kemarin di Singapore saya sempat memainkan Call of Duty di Xbox 360 di Apple at Orchard. Kemudian, waktu reuni kemarin teman saya juga meminjamkan sebentar Play Station Portable yang imut dan keren.

Kemudian, saya sempat mencoba gameplay Nintendo Wii di Plaza senayan yang mengasyikkan. Kemudian, teman saya ada yang menawari Xbox 360 2nd yang harganya sedikit miring.

Nah, sekarang saya bingung memutuskannya. Xbox bagus dan murah, tapi tangan kedua. PSP kecil dan imut, tapi takut membosankan. Wii, emang fun, tapi untuk konsol keluaran Jepang game-nya masih terbatas.

Sementara itu, saya sendiri masih ragu apakah nanti kalau sudah punya game konsol seperti Xbox masih punya waktu untuk memainkannya.

Lha, saya sendiri jarang di kost. Kalau di kost pun, sudah tinggal capek. Mengisi waktu dengan menonton tv berlangganan pun sudah lebih dari cukup. Tapi ya itu, namanya ”pengin” susah dibendung. Gimana enaknya ya?


Tinggalkan komentar...



Categories: Daily Life

2 replies

  1. menurutku, kalo udah pengen mending beli! 😀 kapanlagi menikmati hidup untuk diri sendiri hihi

  2. iya bener bos, mumpung belum kawin dan enggak ada kebutuhan lain ya. hehehe. akhirnya beli juga gue. wakakaka

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: