Miss Sulawesi & Yogyakarta

Daniel : Yak, sekarang sudah ada finalis Miss Indonesia di belakang saya. Oke, kamu menjagokan siapa?
Miss Sulawesi : Oh, saya menjagokan saya sendiri!
Daniel : …., lho bukan maksudnya finalis Indonesian Idol. Kamu milih siapa?
Miss Sulawesi : ooh, ya semuanya bagus-bagus ya. Masing-masing punya kelebihan sendiri-sendiri. Semuanya bagus.
Daniel : …ehm, oke, nah kalau kamu menjagokan siapa?
Miss Yogyakarta : sama ya, semuanya bagus-bagus…(tersenyum).
Daniel : ya inilah ya, karena Miss Indonesia, jadi semuanya jawabannya diplomatis.

Ya ampun, saya pikir itu adalah jawaban terbodoh yang pernah saya dengar. Sayangnya lagi, jawaban itu meluncur dari mulut Miss Indonesia, yang jujur, tampangnya sekilas tidak jauh berbeda dengan SPG wafer Tango di Mangga Dua.

Saya sangat setuju dengan Daniel. Mengapa harus memilih jawaban diplomatis tapi nggak mutu seperti itu? Sama saja kalau kita ditanya, suka makan apa? saya makan apa saja, karena makanan itu enak. Suka pelajaran apa? saya suka mata pelajaran apa saja, karena belajar bikin pintar. Stupid.

Ini mungkin sepele dan tidak penting, tapi jawaban dari pertanyaan Daniel itu mencerminkan bagaimana pribadi dua cewek itu yang hanya ingin ketahuan baik-baiknya saja. Istilahnya, judge me by my cover.

Kenapa, misalnya, tidak menjawab “saya suka sama Rini, karena menurut saya selain cantik, dia punya kualitas vokal yang lebih dari lainnya,”. Meski jawabannya masih klise, paling tidak dia berani berpendapat, menunjukkan dirinya, dan prinsipnya.

Ah, kalau mau diterusin sih bisa panjang. Yang penting, saran saya jangan pilih Miss Sulawesi dan Miss Yogyakarta.


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.