rokok

Hampir setahun ini saya berhenti merokok. Sebabnya mungkin lucu, kalau tak mau dibilang aneh. Saya mungkin sudah pernah cerita ya. Tapi di re-cap singkat saja.

Dulu saya membeli ganja kering “satu garis” seharga Rp.120 ribu. Harga itu murah sekali, kalau dibandingkan Surabaya. Seberapa banyak “satu garis” itu? Begitu banyak, bentuknya seperti lima daun ganja utuh ditumpuk jadi satu. Itu belum termasuk yang rontok.

Singkat cerita, setiap hari diisi dengan nyimeng. Sampai akhirnya saya batuk, tenggorokan saya juga sakit. Dokter bilang, saya menderita polip. Kalau tak berhenti merokok, dalam kurun waktu 6 bulan saya harus operasi. Biayanya lebih dari 4 juta.

Daripada harus kehilangan amandel dan membuang duit 4 juta, saya berhenti merokok.

Tapi semalam, seorang teman membawa tiga linting ganja kering. Kami pun menghisapnya ramai-ramai, tertawa keras-keras. Ah, ganja emang paling enak. Tapi sekarang, tenggorokan saya kembali sakit dan badan meriang. Hmm…


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.