Memasak dan Jazz

Cooking is like jazz, kata chef Charlie Trotter. Begitu tahu tekniknya, semua dapat berjalan secara spontan. Charlie adalah pemandu acara memasak di Discovery Travel and Living.

Entah kenapa, dari kecil saya suka sekali memasak, melihat orang memasak, dan makan, tentunya. Waktu beli nasi goreng Jawa di dekat rumah saya di Surabaya, saya mengambil posisi duduk didekat tukang masaknya.

Bagi saya, sangat keren melihat bagaimana ia mencampur minyak, bawang putih, bumbu, kecap, saus dan nasi di wajan panas yang berukuran ekstra besar itu. Apalagi waktu dia terus-menerus mengaduk nasi, hingga berbunyi trang..trang..trang..

Seorang juru masak, menurut saya adalah seniman. Seperti pelukis yang mencampur warna cat, juru masak mencampur bumbu untuk mendapatkan masakan yang tak hanya indah (dengan garnish) tapi juga lezat. Kalau dokter harus merapal buku kedokteran yang tebal, seorang chef juga harus menghapal berbagai bumbu dan bahan makanan yang juga sangat banyak.

Di rumah, ayah saya adalah gabungan dari Mcgyver dan seorang koki amatir. Selain bisa membetulkan benda apapun yang rusak, ia juga sering sekali berkreasi dalam masakan.

Terus terang, saya sangat suck kalau disuruh membetulkan barang yang rusak. He-he. Tapi beruntung, hobi memasak ini masih menurun ke saya.

Dan selama dua tahun di Jakarta ini benar-benar membuka pandangan saya soal gastronomi. Saya banyak bertanya dengan koki hotel bintang lima. Saya melihat bagaimana cara kerja public relation. Saya mencoba berbagai jenis makanan.

Semua informasi, rasa, dan asa yang terkumpul di otak saya akhirnya melebur dan menjadi sebuah ide. Ya, kenapa tidak membuat resto sendiri?

He-he-he, saya punya sebuah konsep dan jenis masakan yang, insyaalah kalau diaplikasikan bakal laris. Mengingat masakan di Jakarta seharga di bawah Rp.7000 rasanya seperti sampah semua. 😛

Tapi, yang tidak saya punyai sekarang ini adalah waktu dan modal. Boleh dong berangan, membayangkan 10 tahun kedepan sudah punya restoran sendiri. Kecil, tapi laris. Kemudian bisa ke luar negeri setiap tahun untuk traveling dan hunting foto. Plus, masih bisa mendapat duit dari menulis. Ah, itu baru hidup.


Tinggalkan komentar...

2 thoughts on “Memasak dan Jazz”

  1. Wah cita-citanya hebat juga nih….pertanyaannya adalah apa sampe sekarang masih penasaran dan hobby masak?
    Saya punya usul nih… gimana kalo sementara belum punya modal untuk buka restoran, mulai bikin buku masakan atau bikin blog tentang resep makanan dilengkapi dengan foto-fotonya hasil karya sendiri. Mudah2an blog kumpulan resep ini bisa jadi buku, menghasilkan uang (mungkin jadi modal awal tuk buka restoran atau senjata untuk cari partner buka restoran) sekalian ngetes hobby fotografi, seperti blognya Elise Bauer (http://simplyrecipes.com/)jadi siapa tau bukan jadi koki, tapi jadi kayak Michael Palin atau kayak Jamie Oliver yang ada di chanel travel and adventure itu….(tanpa buka restoran, bisa tetep mengumbar hobby masak tapi jalan-jalan keliling dunia)
    Nina

  2. Wahahah, thanks buat sarannya mbak Nina. Hobi makan saya ternyata sudah meng-overcome hobi masaknya :p.

    setelah dipikir-pikir, mungkin cita-cita saya lebih ke jadi CEOnya kali ya, yang punya restoran, nggak terjun langsung ke dunia masak memasak (ya mungkin dikit-dikit ajah). wekeke.

    kalau kumpulan resep itu, rasanya ada puluhan atau bahkan ratusan blogger Indonesia juga yang nyediain, rata-rata ibu rumah tangga bahkan koki. bagus-bagus lho.

    kalau saya mungkin lebih cocok jadi foodie blogger, orang-orang yang nyobain makanan kayak stickyrice.typepad.com atau chaxiubao.typepad.com yang ada di acara food lover’s guide to the planet di NG Channel. *dasarnya emang pemalas.

    koreksi nih, Michael Palin emang travel writer, tapi Jamie Oliver bukannya selebriti chef yah? keknya restorannya dia banyak. wekeke. pengennya saya sih jadi pembawa acara Anthony Bourdains di No Reservation itu. abis, keknya pembawa acara makanan di Indonesia nggak ada yang oke. :p

    btw kok jadi curcol gini, ada YM atau fesbuk mungkin buat kita yang punya hobi sama ini bisa ngobrol2? thx.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.