ok.jpg
foto saya dibawah panggung. dibelakang, Fat Mike sedang menyanyikan Murder The Government.

Bukannya sok-sokan lho, sejak awal 2005, cuma beberapa show band/artis luar negeri yang absen saya tonton. Name it, Napalm Death, KoRn, Kreator, Mariah Carey sampai Club 8 dan Uriah Heep pun tak luput saya pentengin.

Dari puluhan show itu, kalau ditanya mana yang paling berkesan, tidak akan ragu saya menjawab NOFX di PRJ, Sabtu malam lalu. Fat Mike, Melvin, Hefe, dan Smely bagai ekstasi. Adrenalin saya memuncak, dipompa ke otak sampai titik tertinggi.

Sampai-sampai saya sampai tak punya kata yang tepat untuk menggambarkannya. Aduh, bagaimana sih rasanya, ketika melihat idola kalian tampil live hanya berjarak tak sampai 1 meter! IT’S FUCKIN’ OWESOME MAN!!!! Can’t help it :p

Ya, saya tumbuh mendengarkan lagu-lagu NOFX. Waktu SMA dan lagi suka ngeband, lagu-lagu mereka jadi andalan. Dan malam itu, whoa, mereka bermain sama seperti yang saya lihat di video dan footage hasil download di internet. Supermenghibur!

NOFX menggeber lagu-lagu hits lama dan baru. Mulai dari Linoleum, Don’t Call Me White, Franco An American, Bottles to the Ground, Murder the Government, hingga The Brews. Semua ber-sing-a-long, semua moshing, semua larut dalam adrenalin.

Sayang, karena jarak antara panggung dan penonton terlalu jauh (sekitar 3-4 meter), terjadi ”gap” yang lumayan signifikan. Begitu naik panggung, El Hefe langsung berujar, ”mengapa kalian (penonton) begitu jauh?”.

Karena “gap” itu pula, keadaan penonton di belakang yang intens dan chaotic tak disadari oleh Fat Mike, hingga ia menyebut ”why are you so polite? Yang saya tangkap sih, NOFX ingin show mereka tak berjarak. Mereka ingin penonton membuat moshpit, untuk kemudian stagediving, moshing, dan pogo gila-gilaan.

Show menjadi begitu akrab ketika Fat Mike hampir selalu bercanda usai menggeber lagu. Bahkan, wartawan dan “status VIP”-nya turut ia cela. Semua personel NOFX memang “berkarakter”. Fat Mike sebagai frontman yang sarkastis dan cynical, tak ragu berkata”America is so stupid” dan menjelek-jelekkan Bush.

El Hefe, seperti badut yang selalu bercanda, Eric Melvin hiperaktif dan selalu berloncatan, dan Erik ”Smely” Sandin yang lebih asyik berada dibalik piranti dram-nya. Sekitar 18 lagu mereka mainkan, termasuk medley Radio milik Rancid. Overall, saya puas sekali, meski tak sempat berfoto dengan mereka. Siapa yang datang berikutnya ya? The Used? Dashboard Confessional? No Use For A Name? Ataris? hehehe.