Macet

Kenapa sih Jakarta macet? Kompas edisi Minggu pernah menulis tentang ini. Tapi yang saya ingat adalah komentar seorang pakar Tata Kota dari UI (saya lupa), yang menyebut bahwa sedari awal desain kota Jakarta ini untuk kendaraan pribadi, bukan umum.

Itu pula yang menyebabkan mengapa Meksiko, yang kepadatan penduduknya hampir sama dengan Jakarta tidak macet seperti disini. Disana (Meksiko), subway dan angkutan umum lebih banyak daripada angkutan pribadi.

Di Singapura, punya mobil pajaknya sangat tinggi. Bahkan, untuk memperbarui pajak konon teman saya bilang harganya hampir sama dengan membeli mobil baru. Di Indonesia, dengan 200 ribu Anda sudah bisa bawa pulang motor, 10 juta untuk mobil.

Tapi yang menarik adalah komentar musikus George Benson, di tengah-tengah shownya di Hotel Grand Melia belum lama ini. Seperti biasa, ia bingung melihat kemacetan Jakarta. Tapi ia juga bilang, ”no body drive like you guys. It just crazy,” katanya sambil tertawa.

Saya setuju. Supir taksi, bajaj, metromini, angkot, kopaja, adalah supir terjago di dunia (meski terngawur sekaligus). Cara mereka menyetir membuat saya geleng kepala, sekaligus kagum. He-he-he.


Tinggalkan komentar...



Categories: Daily Life

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: