Belum Akrab

Aduh, bagaimana ya mengajak cewek untuk ngedate, sementara saya dan dia belum benar-benar akrab?

Sebenarnya bukan official date sih. Saya inginnya cuma ngopi dan
sedikit chit-chat saja. Dan menurut saya, dari ngopi (ngobrol) itu bisa memberi beberapa langkah maju kedepan.

Iya, daripada setiap hari deg-degan ingin menelpon tapi kuatir dia sedang sibuk, mengantuk, atau memang sedang tak ingin ditelpon. Belum lagi siksaan menunggu SMS kita yang tak kunjung di balas. Fiuh. tricky.

Ya, tapi itu justru “seninya” sesuatu yang konon disebut pedekate bukan?

Saya sih menganggapnya ini sebagai bagian proses hidup, sebelum menikah dan berketurunan nanti. Jadi ya dinikmati saja. Kalau pun ujung-ujungnya ditolak, yah masih banyak yang lain. Meski, konsekuensinya harus memulai proses yang menyebalkan ini dari awal. Ya deg-degan menelpon, bertemu, etc etc etc. *blah

Apakah tidak bisa dipercepat ya prosesnya? Kalau saja ada alat Doraemon yang bisa mengungkap perasaan, niat, keinginan satu orang ke orang lain gituh. Tapi, ah, kembali lagi. Sebuah hubungan kan butuh waktu untuk menguat.

Haduh. Ngomong apa sih saya? Sori deh. Ini curhat orang yang Sabtu malam berada di kantor. Enggak perlu saya ceritakan bagaimana rasanya kan?

Oke, stop it. Sekarang saya terdengar seperti seorang loser. Sebenernya tidak baik nih menulis hal-hal seperti ini di blog. Bisa menurunkan pasaran. hihi.


Tinggalkan komentar...



Categories: Daily Life

1 reply

  1. Hhhahahahahaa … Idem … Tp klo gw di pihak cewe’ … Deg-degan ditelpon, dsb, dst … 😀

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: