Paintball

paintball.jpg

Bagaimana rasanya menembak kepala orang? Menyenangkan. Jangan khawatir, saya tidak termasuk polisi stres yang meledakkan kepala komandannya hanya karena dimutasi.

Menembak kepala orang (headshot) yang saya lakukan tak berbahaya. Karena amunisinya dari cat. Iya, akhir pekan lalu saya diundang oleh APCO untuk bermain Paintball di kawasan Cibinong bersama beberapa wartawan lain. Menyenangkan sekali ternyata, ikut perang-perangan fiktif ini. Cukup untuk melepas penat.

Lokasinya saya lupa, tapi berbentuk seperti rumah besar, yang didalamnya terbagi banyak ruangan. Semua sudah tersedia. Miniatur tempat tempur, kamar mandi, hall untuk luch, ruang ganti, WC, dan lainnya. Kita pun hanya perlu bawa pakaian ganti, karena semua sudah disediakan. Dari senapan, peluru cat, pakaian loreng, helm, dan mask. Sesimpel itu.

Cara bermainnya juga tak kalah sederhana. Dua tim saling memperebutkan bendera lawan dalam waktu 20 menit. Kalau kita tertembak di 5 menit pertama, masih bisa diampuni dengan kembali ke base. Lewat dari itu, harus keluar lokasi pertempuran yang berbentuk hutan dan dibatasi kawat besi. Terdengar sangat cool kan?

Tapi ternyata, capek juga lho. Harus cepat berlari dan bersembunyi. Apalagi, berlari di semak-semak sama saja dengan berlari di pasir. Berat.

Lebih-lebih, perasaan takut, capek, deg-degan, bercampur dengan penasaran. Dalam laga 5 menit pertama, saya dengan bodohnya lari ke garis depan.
Hasilnya, saya diberondong peluru termasuk mengenai tangan dan maaf, pantat. Hihihi.

Di laga kedua, saya hampir bisa mengambil bendera di benteng musuh. Tapi sayang, adu tembak dengan penjaga benteng membuat peluru saya habis. Damn. Overall, paintball seru banget deh untuk melepas stres. Anda harus mencobanya.


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.