Crumpler

b205_o10319_ai667_thumb.jpg
“Emang apa kelebihan tas seharga 1.6 juta?” tanya Tulo kepada saya. Menganut prinsip WYSIWYG, ia tentu berharap sebuah fungsional lebih melihat sebuah backpack yang dijual dengan harga lebih mahal 10 kali lipat dari biasanya.

Nah, giliran saya yang bingung menjawabnya. Ya, tas tetaplah sebuah tas. Fungsinya, ya tetap menyimpan barang kita.

Saya sendiri tidak bisa menjelaskan ketertarikan saya terhadap tas Crumpler ini. Desainnya yang cool? Warna-warna pastel unik? Kampanye yang tidak biasa? Entahlah. Yang pasti, saat para cewek tergila-gila pada sepatu, saya juga cukup “gila” dengan backpack.

Dan saat melihat Crumpler, rasanya seperti seorang anak kecil yang melihat mainan yang paling ia inginkan. Saya membayangkan memanggul iBook 12” plus Canon 300D kesayangan di the Sinking Barge.

Ups, saya belum bilang ya, ini salah satu keunikan Crumpler. Tiap tas punya nama. Dan namanya aneh-aneh. Ada yang the Carachi Outpost, The Keystone, Snauros, The Bundle, dst. Kalau diibaratkan sebuah film, Crumpler itu termasuk yang cult. Jarang orang tau, tapi punya banyak penggemar fanatik (yak, saya!).

Kebetulan lagi, di pameran Focus JCC, sedang ada diskon 10 persen untuk Crumpler. Tapi, lagi-lagi saya kok ya menimang-nimang apa perkataan Tulo di awal. Layak nggak sih beli backpack seharga lebih dari 1.2 juta?


Tinggalkan komentar...



Categories: Daily Life

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: