Konser Club 8 dan Sondre Lerche

Entah kenapa penampilan Club 8 di Upper Room, Jakarta, barusan terasa berantakan. sure, Karolina Komstedt punya suara yang luar biasa lembut dan dreamy. Namun, permainan live mereka –mengutip kata teman saya–ibarat manggung di acara 17-an. soundnya “balapan”, gitar mendengung, vokal terlalu kecil, dst. entah ini salah Club 8-nya, atau malah bagian sound.

Untungnya, penampilan energik Sondre Lerche dan seolah menghapus kenangan buruk soal CLub 8. btw, saya ingin cerita tentang cewek-cewek “high maintenance”. tapi nggak sekarang, soalnya teman-teman saya sudah menunggu di Kemang dengan sepicher beer. oke, slamat malam mingguan!

sial, karena iklan, cuma segini tulisan saya yang kepakai, huh,

Kagumi Antusiasme Penonton Jakarta
Club 8 dan Sondre Lerche and The Faces Down sama sekali tak menyangka show mereka semalam bakal ditanggapi antusias oleh sekitar 2000-an penonton yang memadati Upper Room, Jakarta.
Bahkan, vokalis Club 8 Karolina Komsted hampir saja menangis saat mengetahui penonton fasih melafalkan lagu The Beauty of The Way We’re Living. ”You almost make me cry (kalian hampir membuat saya menangis),” ujar wanita asal Swedia itu sembari tersenyum.
Setelah dibius dengan nuansa bossa nova, Sondre Lerche yang asal Norwegia mengambil alih show lewat lagu-lagu energik berirama folk/pop. Diantaranya Phantom Punch, Two Way Monologue, Faces Down, dan Say it All. Sondre juga kagum melihat lagu-lagunya sudah begitu dikenal disini.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: