Saya belum cerita ya, kalau sudah punya SIM baru?

Setelah membayar 250 ribu untuk melewati birokrasi Surat Pindah dan Surat Kelakuan Baik dari RT asal, saya akhirnya mendapatkan KTP Jakarta menumpang KK pakde di kawasan Kebon Jeruk.

Tujuan berikutnya adalah membuat SIM di Samsat Daan Mogot. Karena datang kesiangan (sekitar pukul 12.30 WIB), seorang calo menawari jasa pembuatan SIM A dan C sebesar 860 ribu! Yang benar saja.

Iseng, saya masuk ke dalam dan bertanya-tanya. He-he-he. Dan ternyata, seorang polisi mau memberitahu prosedurnya menggunaka kartu pers yang saya punya. Mudah saja kok, kartu pers itu difotokopi 6 kali untuk ditunjukkan di 6 loket berbeda.

Dan, mulailah saya tahap demi tahap mengikuti birokrasi yang so called ribet itu. Terus terang, fotokopi kartu pers itu ternyata sangat bermanfaat. Saya jadi dimudahkan. Termasuk saat tes membawa motor (saya merubuhkan 2 pion, ha!) dan membawa mobil.

Tes tulis bikin saya bergidik saat si penjaga berkata “yak, nilai yang dibawah 18 dinyatakan tak lulus dan harus mengulang 2 minggu lagi”. Yang benar saja! Tapi untunglah, itu semua Cuma formalitas. Dan, kedua SIM saya akhirnya jadi juga pukul setengah 4 sore. Saya senang sekali, karena mendapatkannya berjuang sendiri. Wakaka.