Sim part 2

Saya belum cerita ya, kalau sudah punya SIM baru?

Setelah membayar 250 ribu untuk melewati birokrasi Surat Pindah dan Surat Kelakuan Baik dari RT asal, saya akhirnya mendapatkan KTP Jakarta menumpang KK pakde di kawasan Kebon Jeruk.

Tujuan berikutnya adalah membuat SIM di Samsat Daan Mogot. Karena datang kesiangan (sekitar pukul 12.30 WIB), seorang calo menawari jasa pembuatan SIM A dan C sebesar 860 ribu! Yang benar saja.

Iseng, saya masuk ke dalam dan bertanya-tanya. He-he-he. Dan ternyata, seorang polisi mau memberitahu prosedurnya menggunaka kartu pers yang saya punya. Mudah saja kok, kartu pers itu difotokopi 6 kali untuk ditunjukkan di 6 loket berbeda.

Dan, mulailah saya tahap demi tahap mengikuti birokrasi yang so called ribet itu. Terus terang, fotokopi kartu pers itu ternyata sangat bermanfaat. Saya jadi dimudahkan. Termasuk saat tes membawa motor (saya merubuhkan 2 pion, ha!) dan membawa mobil.

Tes tulis bikin saya bergidik saat si penjaga berkata “yak, nilai yang dibawah 18 dinyatakan tak lulus dan harus mengulang 2 minggu lagi”. Yang benar saja! Tapi untunglah, itu semua Cuma formalitas. Dan, kedua SIM saya akhirnya jadi juga pukul setengah 4 sore. Saya senang sekali, karena mendapatkannya berjuang sendiri. Wakaka.


Tinggalkan komentar...

1 thought on “Sim part 2”

  1. mas salam kenal…
    saya lisa, saya punya problem KTP juga ne…
    saya mau bikin KTP jakarta, saya suda punya rumah di depok…
    tapi saya kesulitan karena klo bikin KTP depok/Jakarta musti kasih surat pindah dari semarang,jadi kan KTP semarang jadi disita gitu kan… trus… mobil, motor,rumah tagihan2…. dll di semarang musti mutasi semua dunk.
    tolong infoin caranya bikin KTP plus KK nembak tanpa surat pindah dan tanpa KTP lama.
    Konfirm ke saya ya… 08881435718.
    Tolong bantu saya y….
    makasih.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.