Insomnia

al_pacino_robin_williams_insomnia_001.jpg

Kadang saya suka heran, mengapa RCTI menaruh film sekeren Insomnia di jam 1 malam. Tapi ah, tentu saja, ujung-ujungya pasti masalah rating. Ketika sinetron busuk diminati dan kaya iklan, Insomina yang scriptnya highly crafted justru “disingkirkan”. Asumsinya, orang yang menonton jam segitu itu termasuk A-B mungkin ya.

Insomina disutradarai oleh sutradara favorit saya sepanjang masa, Christopher Nolan. Film ini dibesutnya setelah Memento (2000) dan sebelum Batman Begins (2006). Menonton Insomina seperti terus menerus dibawa ke dalam lapisan-lapisan konflik yang tak berujung. Dari twist, ke twist ke twist lagi.

Al Pacino (aktor favorit saya) menjadi Detektif Will Dormer. Bersama rekannya, Detektif Hap Eckhart (Martin Donovan) ia menyelidiki kasus pembunuhan seorang gadis di kota Alaska yang tak pernah gelap. Dibantu oleh Detektif lokal Ellie Burr (Hilary Swank), penyelidikan mereka mengarah kepada Walter Finch (Robin Williams). Namun, Finch punya kartu As yang membuat Dormer tak begitu saja bisa menangkapnya.

Saya hanya melongo melihat bagaimana Al Pacino berakting. My favorite scene waktu ia berucap, “let me sleep” diakhir film. Sedangkan saya suka sekali saat Hillary Swank berujar, “A good cop can’t sleep because he’s missing a piece of the puzzle. And a bad cop can’t sleep because his conscience won’t let him”.


Tinggalkan komentar...

1 thought on “Insomnia”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.