Motor

Ada artikel menarik di Kompas, soal motor yang, oleh sebagian orang jadi penolong kerasnya kehidupan Jakarta. Motor dituding jadi sumber keruwetan lalu lintas, karena “budaya” menyelip.
Ini yang menarik, tata kota Jakarta itu di desain untuk kendaraan pribadi. Karena itu, ketika jumlahnya meningkat jadi tak terbendung seperti sekarang.
Berbeda dengan Meksiko yang kira-kira kondisi masyarakatnya sama, namun sudah memiliki mass rapid transportation yang bisa mengantar 4.3 juta orang perhari (hampir setara dengan jumlah motor di Jakarta). Menurut saya justru jumlah mobil yang harus dikurangi. hey, 1 mobil = orang (doh!)

NB : 40 persen Jakarta terendam air, status kini siaga satu. Beberapa menganggap bajir 5 tahunan ini lebih buruk dari 2002. Rumah kakak saya di Klapa Gading juga terendam dan ia terpaksa mengungsi.
Untungnya, saya baik-baik saja. Beberapa teman sempat SMS dan menanyakan kabar. Mungkin mereka khawatir melihat berita di TV.
Bermotor di jalanan Jakarta jadi rada tricky. Banyak jalan ditutup karena banjir. You can start panicked saat mobil mulai berjalan berlawanan arah! Huhu.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: