Perjuangan

cilantro.jpg

Jakarta memang menyediakan tempat-tempat kondusif buat pacaran. Misalnya mengobrol ditemani musik jazz yang romantis di Cilantro, lantai 43 BNI 46. Atau mungkin menghisap sisha di Little Bagdad Kemang. Nyari lounge yang enak? Banyak. Ngopi? Makanan Thailand? es krim Gelato yang lembut? Just name it.

Ada puluhan bahkan ratusan macam tempat mengasyikkan yang bisa dikunjungi. Tapi ya itu, ribetnya setengah mati. Di Kemang saja, setiap weekend, macetnya luar biasa. Nyari parkir motor aja susah, apalagi mobil. Nyetirnya harus jago. Fiuuh, pusing.

Anak-anak Jakarta kalau pacaran musti keluar tenaga ekstra. Belum lagi ini, yang paling krusial, rumah cewek yang superduper jauh. Kalau ketemu yang rumahnya daerah Jakarta sudah superuntung. Kalau dapatnya Bekasi, Serpong, BSD, ya silahkan melet. Artinya extra time, extra cost.

Saya pernah malam-malam mengantar pulang seorang teman (ya, teman wanita) di daerah Pasar Minggu. Kost saya di Bonjer, by the way. Hasilnya, setelah saya hitung PP jarak yang saya tempuh 40 kilometer! Kalau di Surabaya, mungkin sama saja jarak rumah saya di Ketintang ke Perak, PP.

Seandainya terjadi di Surabaya, itu adalah hal terakhir yang akan saya lakukan.


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.