Konser Hoobastank

hoobastank-arie-yudhistira.jpg
Sound Gitar Ngadat, Ubah Repertoar

Ada insiden kecil dalam konser Hoobastank di gedung Tennis Indoor Senayan tadi malam. Di pertengahan lagu pembuka Crawling in the Dark, ampli gitar Dan Estrin mengalami gangguan teknis. Ia langsung menghentikan show saat itu juga.

Sambil menunggu sound diperbaiki, vokalis Douglas Robb buru-buru meminta maaf, ”terima kasih atas kesabarannya!,” katanya. Ia juga sempat bercanda sambil memotret penonton dengan kamera saku.

Untunglah, tak butuh waktu waktu lama sebelum akhirnya sound normal kembali. Alih-alih melanjutkan lagu, Estrin justru mengganti repertoar. Out of Control yang sedianya dijadikan lagu pamungkas, langsung digeber.

Konser bertajuk Hoobastank Live in Concert ini seolah menunjukkan kesolidan grup asal Los Angeles itu sepeninggal pembetot bas Markku Lappalainen. Paskasukses album The Reason, Lappalainen yang hengkang pertengahan 2005 lalu digantikan oleh Josh Moreau.

Meski bermain tenang, Moreau cukup mengimbangi aksi energik Douglas Robb, kelincahan jemari Dan Estrin memetik gitar, juga gebukan keras Chris Hesse. Terutama di lagu More Than A Memory yang memperlihatkan kepiawaiannya membetot sekaligus ”menggesek” gitar bass.

Gedung berkapasitas sekitar 4000an orang itu nyaris terisi penuh. Dan, kerelaan penonton merogoh kocek Rp275.000 (festival) dan Rp250.000 (tribun) dibalas dengan penampilan Hoobastank yang atraktif sekaligus komunikatif. Sekitar 17 lagu dibawakan, termasuk semua hits dalam album Hoobastank, The Reason, dan Every Man for Himself.

Di Indonesia, band yang terbentuk 13 tahun silam ini bukanlah nama asing. Karena itu, jangan heran kalau penonton pun dengan fasih ikut ber-sing-a-long dalam lagu seperti The Reason, Running Away, Pieces, Same Direction, hingga If I Were You yang selain punya lirik catchy juga berirama dinamis dan mudah dihafal.

Apalagi, Douglas Robb tahu benar bagaimana membawa mood penonton. Ia meloncat, berteriak, berlari, hingga mengajak penonton bercanda. Robb juga tak hanya bisa berkata ”terima kasih”, tapi juga ”apa kabar”, “bagus”, hingga “nyanyi sama-sama”. Show tanpa band pembuka itu ditutup sekitar pukul 22.15 WIB.


Tinggalkan komentar...



Categories: DAILY BLOG

1 reply

  1. Hoobastank…ga jelek… Tapi… KEREN SEKALI!!! Sayangnya, waktu mereka konser di Jakarta gw ga nonton… 🙁 Tapi menurut yg gw baca, insiden gitarnya Daniel mogok itu emang disengaja… buat ngasih kejutan ke penonton…. Gw baca jga katanya amplinya ketendang ama dia. Tau deh, mana yang bener… Tapi Hoobastank keren kok… Gitar mogok aja keren… gimana kalo ga mogok!!!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: