Mengisi Liburan

dsc00041.JPG

Libur kemarin saya tak melakukan kebiasaan bersih-bersih kamar. Setelah malamnya mencicipi Bratwurst-nya Frankfruter dan Banana Split di sebuah kafe di Setiabudione, paginya dihabiskan dengan molor.

Siangnya, Bobby mengajak ke Ambasador untuk membeli buku desain impor. Saya langsung setuju karena sekalian menservis bluetooth headset Motorola H-500 yang nggak ke detect SE K610i saya.

Alih-alih “menunaikan misi”, kami berdua malah membeli “barang yang tak penting”.

Toko buku yang dimaksud Bobby ternyata bukan di Ambasador, tapi di Mangga dua. It takes 4 times bagi kami turun naik eskalator sampai akhirnya menyadari hal itu. 😀

Dan saya, disaat semua toko ponsel buka di hari Minggu, servis center Motorola justru tutup. Arrghh! Akhirnya, saya malah membeli DVD Monk season one, dan Bobby memborong ikat pinggang yang ternyata dipasang di sepatu bootsnya. Dia memang berambisi memiliki Underground Shoes yang dipakai Otong Koil yang harganya mencapai 3 jutaan. Antara kreatif dan kurang kerjaan memang rancu.

Satu yang kami sadari, Ambasador itu sangat ribet. Kami berulang kali disorientasi dan kembali pada tempat yang sama. Mereka harus lebih banyak menaruh petunjuk jalan dan satpam untuk ditanyai. Sigh.

Bobby yang belum puas mencari buku kemudian mengajak ke Kinokuniya Plaza Senayan. Tak juga menemukan apa yang dicari, ujung-ujungnya kami yang sama-sama pilek menyantap yoghurt Yogen Fruz and ended menyeruput kopi di Starbucks sambil memandangi sunset dibalik gedung-gedung tinggi. So much for hari libur ya.

NB : Ke Macau naik Vivamacau cuma $11.40?
The Straits Times di Kinokuniya harganya 25-30 ribu dan selalu habis.


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.