Film Animasi Terpanas 2007

ratatouille2.jpgLupakan waktu, lupakan judul. Setiap melihat tangga box office, temukan film animasi yang hampir, atau bahkan berada di puncaknya. ”Cars”, ”Ice Age : The Meltdown”, ”Over the Hedge”, hingga ”Happy Feet” mampu menembus USD100 juta (lebih 900 miliar) di Amerika saja.
Sukses komersial ini semakin menandai film animasi, darimana pun disadur (komik, televisi,
dongeng), bukan hanya milik anak-anak. Tapi juga meraih segmentasi yang lebih umum. Apalagi kuantitasnya yang jauh lebih sedikit dari film biasa membuatnya selalu dinanti dan dirindu.

Dalam metode pembuatannya, film animasi termasuk paling fleksibel. Para filmmaker terus menerus meredefinisi bentuk dan tampilan film ini. Inovasi dan progresifitas terbaru pun terus hadir.

Dari kartun klasik ”White Snow and Seven Dwarfs” (1937), hingga ”The Incredibles” yang full tiga dimensi. Tak heran, sebelum menonton, jantung ini selalu berdebar dan bertanya-tanya, apa lagi yang bakal ditampilkan para filmmaker ini?

Lalu, bagaimana proyeksi 2007? Selain bakal memuncaki box office, beberapa film bahkan sudah dipastikan masuk nominasi Oscar jauh sebelum dirilis.

Ratatouille
Ingat pertama kalinya Pixar membuat film buruk? Sama, kami juga sudah lupa. Karya terbaru Pixar ini dipastikan dahsyat, dan kami tidak asal menyanjung. ”Ratatouille” menggabungkan orang-orang jenius dibalik ”Cars”, ”Toy Story” dan ”The Incredibles”. Sutradara Brad Bird bakal mengeksekusi cerita tentang Remy (Patton Oswalt) seekor tikus asal Paris yang bermimpi menjadi seorang koki. Satu yang pasti, film ini bakal bersaing di kategori Film Animasi Terbaik Oscar 2008.

Shrek the Third
Ada tiga hal yang bikin film ini sukses. Shrek si ogre hijau, Donkey keledai o’on, dan Puss in Boots yang imut. Kali ini, ketiganya harus meyakinkan Pangeran muda Artie (Justin Timberlake) untuk mengambil alih tampuk kerajaan Nun Jauh Disana.
Hey, ada kejutan dengan munculnya Snow White, Sleeping Beauty, dan Rapunzel. Mereka akan bergabung dengan Fiona untuk melawan kudeta yang dilakukan Prince Charming. Siap dengan instalasi ketiga Shrek?

The Simpsons Movie
Jujur, mungkin butuh lebih dari sekedar doa untuk membuat ”The Simpsons Movie” tayang di layar bioskop Indonesia. Film yang diadopsi sitcom terpanjang dalam sejarah televisi ini tetap muncul dengan lawakan no-brainer, kritik sosial dan politik, serta aksi gila Bart, Homer, Lisa dan karakter lainnya. Apakah Homer tetap menganggap Presiden Amerika sebagai alien? Kita lihat saja nanti.

Bee Movie
Komedian Jerry Seinfeld mengantar Seinfeld sebagai sitkom terpopuler pada 90-an, sekaligus mengakhirnya saat acara itu berada di puncak. Sekarang, ia tak hanya mengisi suara di ”Bee Movie”, tapi juga ikut menulis skenarionya. Cerita film yang dirilis 2 November 2007 ini soal perang antara lebah dan manusia.

Beowulf
”Sadis dan sangat aneh,” kata penulis scenario Neil Gaiman soal ”Beowulf”. Diadopsi dari dongeng klasik dari Inggris, film ini mengadopsi teknologi motion-capture (seperti ”The Polar Express” dan ”Monster House”). Angelina Jolie menjadi penyulih suara, sementara Robert Zemeckis (”Forrest Gump”, ”Cast Away”) duduk di kursi sutradara.

Enchanted
Seorang putri dari negeri dongeng (Amy Adams) dibuang ke dunia nyata. Disana ia belajar bahwa tidak semua cerita berakhir happily ever after (bahagia). Film hibrid live-action dan animasi ini seolah mengolok cerita lama Disney. Padahal, Disney jugalah yang memproduksi. Aneh? Tunggu sampai tahu pengisi musiknya, delapan kali pemenang Oscar Alan Menken (”Aladdin”, ”The Little Mermaid”, ”Beauty and the Beast”) bergabung dengan legenda Broadway Stephen Schwartz. Sekali lagi, Oscar didepan mata.

TMNT
Kuartet kura-kura ninja Michaelangelo, Raphael, Donatello dan Leonardo kembali ke layar lebar setelah 14 tahun absen. Kali ini mereka tidak akan melucu, karena nuansa filmnya dibuat dark. Ceritanya, mereka menghadapi susahnya menjadi dewasa. Film ini akan dirilis pada 23 Maret mendatang. Awas, Cowabunga!

Aqua Teen Hunger Force: The Movie
Pembuat film ini percaya bahwa film bagus enggak mesti mahal. Kala studio Hollywood memproduksi film diatas USD40 juta, film ini beranggaran dibawah USD1 juta. Diadopsi dari kartun dewasa Adult Swim, filmmakernya berharap humor agresif akan menjual.

Meet the Robinsons
Lewis, adalah ilmuwan introvert yang menjelajah masa depan untuk memburu pria bernama Bowler Hat Guy, dan menjalankan misi menyelamatkan dunia. Ini menandai karya ke-46 Walt Disney Studios. Hmm, individu bermasalah? Check. Orang tua yang hilang? Check? Hero yang menemukan pentingnya keluarga? Check. Oke, ini memang film Disney.

Surf’s Up
Lupakan ”Happy Feet”, ”Surf’s Up” bakal membuat terpingkal melihat bagaimana para pinguin menemukan surfing. Banyak yang menganggap trailer ”Surf’s Up” yang terbaik pada 2006. Well, kita lihat saja nanti.


Tinggalkan komentar...

7 thoughts on “Film Animasi Terpanas 2007”

  1. Kayaknya di Indonesia Rataouille tayangnya mundur s/d agustus 2007 🙁 Padahal international release datenya besok Jum’at. Padahal film itu sangat saya tunggu2 karena summer movie tahun ini jelek semua.

  2. hmm. gimana dengan transformers? udah berulang-ulang liat trailernya, gw cuma berdecak kagum sama animasi yang alus banget. kalo ini ga butuh waktu lama bro, soalnya besok gw nonton previewnya. hueuehue.

    btw, Ratatouille emang layak ditunggu bos.

  3. Sekarang saya lebih memilih untuk mendukung film animasi dalam negeri yang memang agak ‘seret’ dalam perkembanganya. Produser film negeri kita masih jauh lebih suka dengan sinetron dan film yang tidak jauh dengan tingkat pendidikan negeri kita, toh, sekarang membuat film seperti ini masih ‘mahal’ dalam arti waktu dan masih sulit menyaingi film animasi dari luar negeri…..
    kelihatanya kita sudah tidak mau ambil pusing dengan masalah itu…

  4. kalau menurut saya industri animasi di indonesia sudah mulai tumbuh. dan secara sporadis, banyak sekali animator2 lokal yang sangat berbakat. cuma, kenapa tidak terekspose, karena memang belum ada produser yang berani membiayai sebuah film animasi.

    selain pasarnya yang masih belum jelas, biayanya sendiri juga sangat amat mahal, pun pengerjaannya bertahun-tahun. jadi, isitlahnya animator indonesia ini masih underground. potensinya besar, tapi belum tergali. saya lumayan tahun karena teman dekat saya juga animator. dan memang sudah saatnya support your local animation scene.

  5. gak tau kapan pembuatan film animasi bakal murah.,,,.seperti biasa orang2 indonesia emang pada kreatif
    gitu juga sama animator yg udah kecemplung ‘n keburu mencinta dunia animasi sendiri.

    indonesia,rasanya terlalu banyak hal yang diurusi,gak jelas selese atau \nggak dan ada sesuatu yang dilupa,
    creativity.
    i hope next,kita bisa liat film animasi indonesia lagi dilayar biokop ….ya

    smangat terus,animators

  6. G BERHARAP FILM2 ANIMASI AKAN TRUS BERMUNCULAN, BAIK LOKAL MAUPUN IMPORT, HAHAHA…….
    COZ GW SUKA BNGT NONTON FILM ANIMASI,APAPUN FILM ITU YANG BERBAU ANIMASI PASTI G NONTON KLW ADA WAKTU.BAHKAN G SEMPET2IN RELA2IN BEGADANG AMPE SUBUH CUMA BUAT NONTON FILM ANIMASI….
    G SUKA BNGT LIAT GAMBARNYA, APALAGI DI TAMBAH ISI CERITANYA YANG SERU ABIZ,,,,,,,,,,,
    AYO CAYO ANIMATORS INDONESIA

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.